Pulang dari Bali Safari kemarin, kami mampir ke satu warung seafood yang berlokasi di Pantai Sindhu. Namanya Warung Amphibia. Tahu warung ini setelah ngubek2 TripAdvisor. Dan setelah baca reviewnya kayaknya oke juga nih warung untuk disinggahi.
Pantai Sindhu berada sederet dengan Pantai Sanur. Kalau dari Denpasar, via by pass Ngurah Rai kita terus aja sampai ketemu perempatan Mc.Donald, lalu belok kanan. Trus belok kanan lagi ke jalan Danau Toba. Di perempatan pertama langsung belok kiri ke jalan Pantai Sindhu. Di ujung jalan itu akan ketemu pantainya. Parkir mobil bisa di pinggir2 jalan sebelum pantai, lalu kita jalan kaki sedikit. Begitu tiba di pantai akan langsung tercium aroma seafood yang sedang dibakar. Sudah ketemu deh warungnya, persis di pinggir pantai.
Sore itu Pantai Sindhu cukup ramai, beruntung kami kebagian meja kosong. Setelah memesan ikan, udang dan cumi, kami lalu duduk2 menikmati suasana pantai. Lapak2 penjual jagung tampak berderet di dekat kami, siap menawarkan jagung bakar hangat yang lezat pada siapapun yang lewat. Sekelompok turis asing tertarik membeli, mereka pun antusias melihat proses pembakaran jagungnya. Setelah matang, mereka diperkenankan mengoles sendiri menteganya sebanyak yang mereka suka.
Beberapa orang tampak bermain dan berenang di pantai. Pantai Sindhu sama seperti Nusa Dua. Airnya tenang dan dangkal, ideal untuk keluarga. Perahu2 kecil yang terombang ambing di tepi laut terlihat menambah cantik pemandangan.
Di dekat situ juga ada tempat konservasi penyu. Kami bisa melihat penyu2 dan tukik2 (anak penyu) yang berenang2 di kolam2 plastik. Jadi ceritanya dulu di sepanjang pantai Sindhu sampai Sanur, banyak penyu2 yang datang dari laut untuk bertelur. Namun seiring dengan banyaknya pendirian hotel2 dan berkembangnya pariwisata, penyu2 jadi enggan datang. Hanya beberapa saja yang masih datang, itupun telur2nya sering dimakan anjing, kepiting, atau dicuri orang. Sekelompok warga yang prihatin dengan kondisi ini lalu berinisiatif menyelamatkan telur2 dan anak2 penyu itu. Lalu dibuatlah tempat konservasi ini. Keren ya. Tukik2 itu kemudian akan dilepas secara berkala setelah dirasa cukup kuat. Semoga selamat dan tumbuh besar yaa tukik2 lucuu..!
Angin laut sore itu cukup kencang dan dingin, membuat kami semakin lapar. Anak2 segera memesan jagung bakar karena pesanan seafood kami belum juga datang. Daripada masuk angin mending ganjel dulu kan. Jagungnya enaak, manis gurih dan renyah. Adysa aja sampai pingin nambah.
Di pantai ini juga ada yang jual gorengan. Gorengannya dipotong2 lalu diberi kuah kental berwarna coklat gelap dan ditabur irisan rawit. Ini juga enak bangett, mirip2 tahu gunting kalo di Medan. Seporsinya cuma 5 ribu. Pilihan gorengannya ada tahu, tempe, lumpia dan bakwan. Mantap..!
Akhirnya pesanan kita datang juga. Ikan, udang dan cumi, semuanya dibakar. Sayur dan sambelnya sudah include jadi ngga usah memesan lagi. Sayurnya berupa plecing kangkung, dan sambalnya ada 2 jenis; sambal matah dan sambal merah. Semuanya fresh dan enaak. Cuminya empuk bangett. Ikannya juga enak bumbunya. Alhamdulillah, nikmatnyaa.
Bule2 banyak yang memesan lobster dan kepiting. Hmmm, terlihat menggoda sekali. Next time deh kalo ke sini lagi kita pesennya itu ya Paa.. ahuhuhu cowel2 Papa.
Kelar makan, kita bersiap untuk sholat magrib. Pas ditanya ke mas2 di warung, katanya ngga ada musholla umum di sekitar situ. Trus seorang bapak merekomendasikan musholla di dalam hotel Inna. Ya sudah kita cobain ke sana. Alhamdulillah setelah minta izin ke security dan front desk nya hotel Inna, kita dibolehin sholat di sana. Ah, terima kasih banyaak..
Setelah sholat, kamipun pulang dengan hati senang dan perut kenyang. Alhamdulillah.. alhamdulillah.
Comments
Post a Comment